Surabaya – Menyambut perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama dijadwalkan akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Sabtu – Minggu (7-8/2026). Sebanyak 999 anggota Pramuka Penegak Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Nahdlatul Ulama Malang Raya disiapkan mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
Koordinator Lapangan Sako Pramuka NU Malang Raya Kak Taqiyuddin menyampaikan, keterlibatan ratusan anggota tersebut merupakan bagian dari komitmen generasi muda NU dalam menjalankan nilai khidmah dan tanggung jawab sosial.
“Partisipasi 999 Pramuka Penegak Sako NU dalam Harlah ke-100 NU merupakan wujud kesiapan generasi muda NU untuk melayani umat dan bangsa. Ini bukan sekadar tugas teknis, tetapi pengamalan nilai disiplin, kepedulian, dan gotong royong,” ujarnya, saat dimintai keterangan Jumat (30/1/2026.
Para anggota Pramuka Penegak Sako NU akan ditempatkan di berbagai titik strategis, meliputi Pasukan Semut (kebersihan), Pos Kesehatan, Pos Pelayanan Informasi, serta Pos Lalu Lintas yang tersebar di area stadion dan sekitarnya. Pola penempatan ini dirancang untuk memastikan kenyamanan jamaah, kelancaran mobilitas, serta kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris PW Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Timur Andi Wimratani menegaskan bahwa kehadiran Pramuka Penegak Sako NU dalam agenda besar satu abad NU mencerminkan kesiapan kader muda NU untuk mengambil peran strategis di ruang publik.
“Pramuka Penegak Sako Ma’arif NU hadir sebagai garda pelayanan. Mereka membawa nilai kepramukaan dan Ahlussunnah wal Jamaah ke dalam praktik nyata. Ini adalah wajah generasi muda NU yang siap mengabdi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pelibatan personel lintas daerah dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu menunjukkan soliditas organisasi serta kekuatan koordinasi Sako Ma’arif NU di Jawa Timur dalam mendukung agenda keumatan berskala besar.
“Harlah ke-100 NU merupakan momentum historis. PW Sako Ma’arif NU Jawa Timur berkomitmen menyiapkan kader muda yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga tangguh secara moral dan sosial dalam menjaga khidmah NU untuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya.