Surabaya, Ma’arif Jatim – Ketua PWLP Ma’arif NU Jawa Timur, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D., memberikan apresiasi yang mendalam terhadap terselenggaranya Uji Kelayakan dan Keterbacaan Bahan Ajar Aswaja NU Berbasis STEIM dan Ramah Anak yang berlangsung di Hotel Yello, Jumat-Minggu (29-31/8/2025).
Apresiasi itu beliau sampaikan ketika membuka agenda tersebut. Prof. Masdar menilai bahwa inisiatif ini merupakan langkah monumental dalam upaya memperkuat mutu pendidikan di lingkungan sekolah-sekolah Ma’arif.
“Penyusunan bahan ajar Aswaja dengan pendekatan STEIM (Scientific, Theological, Ethical, Ideological, and Methodological. red) sekaligus berorientasi ramah anak, menjadi salah satu wujud konkret bahwa pendidikan kita tidak hanya berorientasi pada ukhrawi, amalan-amalan ubudiyah saja, tetapi juga dalam pembangunan karakter dan kompetensi siswa sesuai kebutuhan zaman,” katanya.
Lantas beliau menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tinggi kepada para penulis dan tim yang telah berjuang untuk pendidikan Ma’arif NU. “Dedikasi panjenengan semua akan memberi dampak signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan kita,” ungkap Prof. Masdar.
Beliau juga berpesan agar pendidikan Ma’arif dapat terus melahirkan generasi yang berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, namun tetap adaptif menghadapi dinamika global.

Lebih lanjut, beliau menilai bahwa bahan ajar Aswaja NU ini memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, dari sisi konten, materi yang disajikan mampu mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah dengan pendekatan ilmiah yang relevan dengan kurikulum modern.
Kedua, dari sisi metodologi, bahan ajar ini disusun dengan memperhatikan tingkat perkembangan psikologis anak, sehingga mudah dipahami, tidak membebani, dan mampu menumbuhkan rasa cinta belajar. Ketiga, bahan ajar ini memberi penekanan pada aspek pembentukan karakter, akhlak, serta sikap kebangsaan yang moderat.

Prof. Masdar berharap, hasil uji kelayakan ini tidak berhenti hanya pada aspek penilaian, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan penyempurnaan hingga menjadi referensi utama di sekolah-sekolah Ma’arif.
“Saya berharap bahan ajar ini bisa menjadi standar rujukan yang memandu siswa untuk memahami Aswaja dengan benar, dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak,” pungkasnya. (admin)