LP Ma'arif NU Jawa Timur

LSP P2 dan BKK PWLP Ma’arif NU Jatim Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Kompetensi dan Serapan Kerja Lulusan

Surabaya – Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pendidikan (LSP P2) dan Bursa Kerja Khusus (BKK) LP Ma’arif NU Jawa Timur resmi dilantik dan menggelar rapat kerja pada Sabtu (10/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor PWNU Jawa Timur dan menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem pendidikan vokasi di lingkungan LP Ma’arif NU Jatim.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris LP Ma’arif NU Jawa Timur, M. Fakhrul Irfan Syah, M.Sos., disaksikan jajaran pengurus PWNU dan LP Ma’arif NU.

Setelah prosesi pengkuhan, Ketua LP Ma’arif NU Jawa Timur, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan berbasis mutu dan relevansi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Ini adalah ekosistem yang kita desain untuk memajukan kualitas pendidikan LP Ma’arif Jatim, khususnya SMK. Kita perlu membangun budaya mutu, karena tantangan pendidikan ke depan adalah integrasi antara pendidikan dan DUDI,” tegasnya.

Menurut Prof. Masdar, kepercayaan dunia industri tidak lagi semata-mata bertumpu pada ijazah atau sertifikat, melainkan pada keterampilan nyata yang dimiliki lulusan.

“Di sinilah peran LSP dan BKK menjadi sangat strategis, untuk mengidentifikasi kompetensi apa yang dibutuhkan dan mengarahkan peserta didik agar siap menghadapi masa depan, sehingga kita tidak menjadi penonton pasif dalam persaingan global,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan oleh PWNU Jawa Timur yang diwakili Sekretaris PWNU Bidang Kelembagaan dan Kerja Sama, Haikal Atiq Zamzami. Ia berharap keberadaan LSP dan BKK LP Ma’arif NU Jatim menjadi energi baru dalam pengembangan tenaga kerja terampil.

“Semoga ini menjadi angin segar bagi LP Ma’arif melalui LSP dan BKK, sehingga mampu mendorong workforce development dan membantu para alumni memasuki dunia kerja serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua LSP PWNU Jawa Timur, Faris Muslihul Amin, M.Kom., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian.

“Kami berharap pelantikan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi menjadi penguatan komitmen bersama untuk memberikan layanan terbaik kepada siswa-siswi SMK Ma’arif dan pesantren di Jawa Timur,” ujar Faris.

Ia memaparkan, LSP LP Ma’arif NU Jatim telah melaksanakan berbagai program strategis sejak 2025, di antaranya pelaksanaan re-certification competency (RCC) atau pelatihan ulang asesor, serta penambahan 24 asesor baru pada September lalu. Selain itu, LSP juga telah menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di 13 sekolah dengan jumlah peserta tidak kurang dari 1.400 asesi.

Di kesempatan yang sama, Ketua BKK LP Ma’arif NU Jawa Timur, Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa BKK telah mulai menjalankan fungsi penghubung antara lulusan dengan dunia kerja.

“Alhamdulillah, minggu lalu sudah dilakukan proses wawancara, dan beberapa siswa Ma’arif telah mendapatkan penawaran bahkan telah kerja,” ungkap Teguh. (admin)