LP Ma'arif NU Jawa Timur

Refreshment dan Evaluasi Diklat PWLP Ma’arif NU Jatim: Perkuat Capaian 2025, Siapkan Program 2026

Surabaya, Ma’arif Jatim – PWLP Ma’arif NU Jawa Timur menyelenggarakan Tinjauan Manajemen (Management Review) bertajuk Refreshment dan Evaluasi Program Diklat Ma’arif Tahun 2025 untuk Persiapan Tahun 2026 pada Sabtu (30/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor PWLP NU Jatim ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan diklat sepanjang 2025 sekaligus menyusun langkah penguatan mutu, tata kelola, dan dampak program pada tahun 2026.

Rapat dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., dengan notulen Dr. Ali Mustofa, M.Pd. Kegiatan diawali doa yang dipimpin KH. Zaini Ilyas, M.Pd.I., disertai pembacaan hadiah Al-Fatihah dalam rangka peringatan Harlah Nahdlatul Ulama. Tinjauan manajemen ini diikuti 20 Master Trainer Ma’arif dari berbagai bidang strategis, antara lain Kurikulum, Akreditasi, Literasi, Numerasi, Big Data dan AI, Science, Aswaja, Karya Tulis Ilmiah, Ma’arif Mart, Perpustakaan, serta Sekolah dan Madrasah Unggulan.

Dalam forum evaluasi, disepakati sejumlah Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang menegaskan pentingnya penguatan tata kelola diklat. PWLP NU Jatim menegaskan bahwa setiap kegiatan diklat wajib dilengkapi SPJ akademik dan keuangan. Setiap Pokja Master Trainer per modul diwajibkan menyusun instrumen pre-test dan post-test, memastikan kesesuaian materi dengan template yang telah ditetapkan sejak awal 2025, serta meningkatkan ketepatan waktu dan kejelasan jadwal pelatihan.

Pengelolaan materi, modul, PPT, dan seluruh produk diklat akan disatukan dalam sistem manajemen file terpadu yang dikembangkan oleh Bidang Diklat. Untuk mendukung kelancaran teknis, operator pelatihan tahun 2026 akan diperkuat dengan penambahan personel. Selain itu, absensi Master Trainer diwajibkan dua kali sehari sebagai dasar konversi uang transport, serta direncanakan pengadaan jaket seragam Master Trainer Ma’arif sebagai identitas kelembagaan yang dikoordinasikan dengan unsur pimpinan.

Seluruh Pokja Modul diwajibkan melakukan koordinasi internal secara daring untuk penyempurnaan materi PPT dan instrumen pre–post test, serta menyerahkan seluruh dokumen paling lambat 7 Februari 2026. Setiap Pokja juga diwajibkan menyusun laporan pascapelatihan. Materi paparan Dr. Syifak Indana, M.Pd., ahli bidang Sains, ditetapkan sebagai materi insersi pada sesi-sesi modul pelatihan. Sebagai penguatan mutu, sertifikat Diklat Ma’arif Tahun 2026 akan mencantumkan minimal 32 jam pelatihan sesuai standar nasional.

Tinjauan manajemen ini juga menekankan pentingnya tindak lanjut pascapelatihan agar program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memberikan dampak nyata hingga tingkat cabang dan satuan pendidikan. Program Ma’arif Mart menunjukkan capaian dengan berdirinya dua unit di Malang dan Kediri, meskipun diseminasi ke tingkat cabang masih perlu diperkuat melalui pertemuan lanjutan, monitoring dan evaluasi, studi tiru, serta penjajakan kerja sama dengan BMT Bojonegoro.

Pada bidang Literasi, pendampingan daring buku berjenjang telah melahirkan praktik baik di sekolah dan madrasah sasaran, namun masih memerlukan penguatan diseminasi. Bidang Perpustakaan mencatat capaian positif melalui pendampingan instalasi ulang otomasi SLiMS yang telah disebarluaskan di Ponorogo, Madiun, dan Pamekasan. Sementara itu, bidang Data Sains dan AI mendorong penerapan pembelajaran berbasis AI di Kediri dan Ponorogo, serta mulai menyebar ke satuan pendidikan Ma’arif lainnya. Adapun bidang Numerasi, Sekolah dan Madrasah Unggulan, serta Karya Tulis Ilmiah masih memerlukan penguatan pelaporan, diseminasi, dan pendampingan lanjutan agar outcome dan impact program semakin terukur.

Sebagai RTL awal, akan dilaksanakan pertemuan daring seluruh peserta Diklat pada Senin (9/2/2026) pukul 19.30–21.30 WIB sebagai forum konsolidasi, penyamaan persepsi, dan penguatan komitmen tindak lanjut pascapelatihan. Pertemuan ini sekaligus menjadi pengantar evaluasi berkelanjutan atas dampak program Diklat Ma’arif Tahun 2025.

Tinjauan Manajemen juga menetapkan jadwal Diklat Ma’arif Tahun 2026 dengan kuota 40 peserta setiap bidang, yakni Kurikulum (17–19 April), Akreditasi (14–15 Mei), Literasi (30–31 Mei), Numerasi (27–28 Juni), Big Data dan AI (11–12 Juli), Science (25–26 Juli), Aswaja (8–9 Agustus), Karya Tulis Ilmiah (29–30 Agustus), Ma’arif Mart (12–13 September), Perpustakaan (26–27 September), Sekolah dan Madrasah Unggulan (10–11 Oktober), serta KMD/KML (Sako) pada masa liburan semester.

Melalui Tinjauan Manajemen ini, PWLP Ma’arif NU Jatim meneguhkan komitmennya untuk menjadikan Diklat Ma’arif sebagai instrumen strategis peningkatan mutu pendidikan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan dampak program hingga ke tingkat cabang dan satuan pendidikan. Tahun 2026 diarahkan sebagai fase penguatan implementasi, konsistensi mutu, dan perluasan dampak Diklat Ma’arif Jawa Timur. (alto)