Surabaya, Ma’arif Jatim – Rangkaian Uji Kelayakan dan Keterbacaan Bahan Ajar Aswaja NU Berbasis STEIM dan Ramah Anak yang digelar PWLP Ma’arif NU Jawa Timur di Hotel Yello, Jumat–Minggu (29–31/8/2025), ditutup dengan agenda penting berupa serah terima hasil pengujian kepada Bidang II Diklat dan Penjaminan Mutu PWLP Ma’arif NU Jatim. Hasil tersebut selanjutnya akan disampaikan secara resmi kepada Ketua PWLP Ma’arif NU Jatim, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D.
Hasil pengujian mencakup tiga aspek utama, yakni aspek substansi, aspek soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta aspek kegrafikaan. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahan ajar Aswaja NU ini telah memenuhi standar dan indikator instrumen keterbacaan setiap aspek.
Ketua Bidang II Diklat dan Penjaminan Mutu PWLP Ma’arif NU Jatim, Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., menyampaikan bahwa hasil uji ini menjadi tahapan penting sebelum naskah bahan ajar digunakan secara luas.
“Kami memastikan buku Aswaja NU ini layak dari sisi substansi keilmuan, memiliki instrumen soal yang mendorong kemampuan berpikir kritis siswa, dan didukung oleh tampilan grafis yang menarik serta ramah anak,” jelas Prof. Evi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan penyusunan bahan ajar ini merupakan hasil kerja kolektif antara penulis, editor, penguji, dan pengurus Ma’arif. Serah terima hasil pengujian ini, menurutnya, adalah simbol komitmen untuk menjaga mutu bahan ajar.
“Harapan kami, bahan ajar ini benar-benar menjadi pedoman berkualitas dalam membentuk generasi berkarakter,” lanjutnya.
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Ketua PWLP Ma’arif NU Jatim, Prof. Masdar Hilmy, menyampaikan apresiasi atas kerja serius seluruh pihak yang terlibat. Beliau juga berterimakasih kepada Bidang II dan tim yang telah mengawal proses tersebut dengan teliti dan profesional.
“Dedikasi panjenengan semua akan memberi dampak signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan kita,” ungkap Prof. Masdar.
Prof. Masdar berharap, hasil uji kelayakan ini tidak berhenti hanya pada aspek penilaian, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan penyempurnaan hingga menjadi referensi utama di sekolah-sekolah Ma’arif.
“Saya berharap bahan ajar ini bisa menjadi standar rujukan yang memandu siswa untuk memahami Aswaja dengan benar, dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak,” pungkasnya. (admin)