LP Ma'arif NU Jawa Timur

Uji Kelayakan dan Keterbacaan Bahan Ajar Aswaja NU Berbasis STEIM dan Ramah Anak Sukses Terselenggara

Surabaya, Ma’arif Jatim – PWLP Ma’arif NU Jawa Timur sukses menyelenggarakan kegiatan Uji Kelayakan dan Keterbacaan Bahan Ajar Aswaja NU Kelas 1-12 berbasis STEIM (Science, Technology, Engineering, Islamic Values, and Mathematics) dan Ramah Anak. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Yello, pada Jumat-Minggu (29-31/8/2025).

Ketua Bidang Diklat dan Penjaminan Mutu PWLP Ma’arif NU Jatim sekaligus Ketua Tim Penguji, Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., menyampaikan bahwa uji kelayakan ini adalah tahapan krusial sebelum bahan ajar digunakan secara luas.

“Oleh karena itu, diperlukan uji kelayakan yang menyeluruh, baik dari sisi isi, bahasa, maupun keterbacaan, agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” tegas Prof. Evi.

Urgensi Bahan Ajar Aswaja NU

Menurutnya, bahan ajar Aswaja NU memiliki posisi strategis dalam pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama. Prinsip tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i‘tidal (adil) yang diusung Aswaja NU sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural.

Selain itu, bahan ajar harus mampu menjawab tantangan abad 21, termasuk perkembangan teknologi digital, derasnya arus informasi, dan dinamika sosial-budaya yang cepat. “Materi ajar tidak hanya bersifat tekstual, melainkan juga kontekstual dan aplikatif, sehingga peserta didik dapat menghubungkan ajaran Aswaja NU dengan realitas kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Integrasi STEIM dan Prinsip Ramah Anak

Lebih lanjut, Prof. Evi menegaskan bahwa penyusunan bahan ajar ini menggunakan pendekatan STEIM. Dengan model ini, nilai-nilai Islam dipadukan dengan perkembangan sains, teknologi, dan matematika, sehingga peserta didik memiliki pijakan moral sekaligus kompetensi modern.

Selain berbasis STEIM, bahan ajar juga dirancang ramah anak, baik dari sisi bahasa, ilustrasi, maupun penyajian. “Kami memastikan bahasa yang digunakan sederhana, komunikatif, dan sesuai perkembangan usia anak. Desain dibuat menarik agar mendorong rasa ingin tahu, sekaligus memberi ruang refleksi dan kolaborasi. Dengan begitu, proses belajar akan lebih menyenangkan dan bermakna,” jelasnya.

Hasil yang Diharapkan

Dari kegiatan ini, ditargetkan lahir laporan komprehensif tentang hasil uji kelayakan, rekomendasi perbaikan, serta naskah bahan ajar Aswaja NU berbasis STEIM dan ramah anak yang siap digunakan di sekolah-sekolah.

“Kami berharap bahan ajar ini tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan uji kelayakan ini, kita memastikan generasi muda NU tumbuh dengan nilai moderasi, adaptif terhadap teknologi, dan siap menghadapi tantangan global,” pungkas Prof. Evi. (admin)