LP Ma'arif NU Jawa Timur

Pendidikan Bermutu, Guru Maju, Ma’arif Mendunia

Ikhtiar LP Ma’arif NU Jawa Timur Menyongsong Kesuksesan Munas dan Konbes NU 2026 di Ploso

Oleh:
Dr. Ali Mustofa, M.Pd
(Anggota Bidang Penjaminan Mutu dan Diklat PW LP Ma’arif NU Jawa Timur)

Munas dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, merupakan momentum penting dalam perjalanan organisasi NU memasuki abad keduanya. Forum ini bukan hanya menjadi ruang konsolidasi organisasi, tetapi juga wahana merumuskan arah strategis NU dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan di masa depan.

Sebagai lembaga yang mengemban amanah pengelolaan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, LP Ma’arif NU Jawa Timur memandang bahwa pendidikan harus tetap menjadi garda terdepan dalam membangun peradaban, memperkuat kemandirian umat, dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul. Oleh karena itu, semangat “Pendidikan Bermutu, Guru Maju, Ma’arif Mendunia” dihadirkan sebagai komitmen sekaligus kontribusi nyata dalam menyukseskan Munas dan Konbes NU 2026.

Pendidikan Bermutu sebagai Fondasi Peradaban

Perubahan global yang ditandai oleh perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, transformasi digital, serta dinamika sosial yang semakin kompleks menuntut lembaga pendidikan untuk terus berbenah. Mutu pendidikan tidak lagi diukur semata-mata dari kelengkapan sarana dan prasarana, melainkan dari kemampuan menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten, adaptif, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Karena itu, sekolah dan madrasah Ma’arif harus terus memperkuat budaya mutu melalui pembelajaran yang bermakna, penguatan literasi dan numerasi, pengembangan keterampilan abad ke-21, serta internalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga membentuk akhlak dan kepedulian sosial.

Guru Maju sebagai Penggerak Perubahan

Tidak ada pendidikan yang bermutu tanpa guru yang maju. Guru merupakan jantung pendidikan sekaligus aktor utama yang menentukan kualitas pembelajaran di kelas. Oleh sebab itu, penguatan kompetensi guru harus menjadi agenda strategis yang berkelanjutan. Guru Ma’arif dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan pedagogik, literasi digital, kreativitas dalam pembelajaran, serta kemampuan membimbing peserta didik menghadapi tantangan zaman. Di era yang penuh disrupsi, guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat yang terus mengembangkan diri, berinovasi, dan beradaptasi terhadap perubahan.

Lebih dari itu, guru juga merupakan penjaga nilai dan tradisi. Melalui keteladanan, guru menanamkan karakter, membangun integritas, dan menumbuhkan kecintaan terhadap agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Ma’arif Mendunia sebagai Cita-Cita Bersama

Dengan jaringan ribuan sekolah dan madrasah yang tersebar di berbagai daerah, Ma’arif memiliki modal besar untuk tampil sebagai kekuatan pendidikan Islam yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun global. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar memperluas akses pendidikan, melainkan meningkatkan daya saing dan reputasi lembaga pendidikan Ma’arif di tingkat internasional.

Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kerja sama global, peningkatan kualitas riset dan inovasi, pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, serta peningkatan kompetensi peserta didik agar mampu bersaing dalam lingkungan global tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaannya. Ma’arif harus hadir sebagai representasi pendidikan Islam moderat yang mampu memadukan tradisi dan inovasi, nilai dan teknologi, lokalitas dan globalitas.

Duo Kepemimpinan, Satu Ikhtiar Besar

Di bawah kepemimpinan Prof. Masdar Hilmy, MA, Ph.D sebagai Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur dan M. Fakhrul Irfan Syah, M. Sos, sebagai Sekretaris PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, berbagai program transformasi pendidikan terus digerakkan untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan Ma’arif di Jawa Timur. Keduanya menghadirkan sinergi kepemimpinan yang memadukan pengalaman, gagasan, dan semangat pengabdian. Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam membangun masa depan Nahdlatul Ulama.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, keduanya terus mendorong penguatan mutu satuan pendidikan, peningkatan kapasitas guru, transformasi digital, serta perluasan jejaring kolaborasi sebagai langkah strategis menuju Ma’arif yang semakin maju dan mendunia. Sebagai bukti nyata Selama dua tahun terakhir, LP Ma’arif NU Jawa Timur mengakselerasi transformasi pendidikan melalui berbagai program penguatan kapasitas, pendampingan mutu, dan inovasi kelembagaan.

Berbagai pelatihan dan workshop telah dilaksanakan, antara lain pelatihan kepemimpinan kepala sekolah dan madrasah, penguatan pembelajaran berbasis Deep Learning, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan, literasi digital, penguatan Aswaja An-Nahdliyah, penyusunan kurikulum, manajemen sekolah unggul, serta Training of Trainers (ToT) penjaminan mutu. Program tersebut diperkuat dengan pendampingan sekolah dan madrasah unggulan, digitalisasi tata kelola, serta pengembangan basis data pendidikan Ma’arif.

Sebagai upaya dalam membangun budaya prestasi, LP Ma’arif NU Jawa Timur juga menyelenggarakan Ma’arif Award, sebuah ajang apresiasi bagi sekolah, madrasah, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, peserta didik, dan pengurus Ma’arif berprestasi. Program ini menjadi instrumen strategis dalam mendorong inovasi, meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat kompetisi yang sehat, serta menumbuhkan semangat berprestasi di seluruh ekosistem pendidikan Ma’arif menuju cita-cita besar, Pendidikan Bermutu, Guru Maju, Ma’arif Mendunia.

Menyongsong Munas-Konbes dengan Optimisme Munas dan Konbes NU 2026 di Ploso menjadi momentum untuk meneguhkan kembali keyakinan bahwa pendidikan adalah investasi peradaban yang paling berharga. Dari ruang-ruang kelas, dari madrasah dan sekolah, dari para guru yang mengabdi dengan penuh keikhlasan, masa depan Nahdlatul Ulama sedang dibangun. Dengan semangat kebersamaan, kolaborasi, dan pengabdian, LP Ma’arif NU Jawa Timur mengajak seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama untuk terus memperkuat pendidikan sebagai jalan utama membangun umat dan bangsa.

Pendidikan Bermutu, Guru Maju, Ma’arif Mendunia
Dari Ploso untuk Peradaban, dari Ma’arif untuk Indonesia dan Dunia.